8:05 PM
SI BISU YANG NOMOR 1 Malam itu tepatnya pukul 10:00 aku baru pulang kerumah, dengan perlahan-lahan aku memasuki pintu rumah. ...
CERPEN "SI BISU YANG NO 1"
CERPEN "SI BISU YANG NO 1"
CERPEN "SI BISU YANG NO 1"
8
10
99
SI BISU YANG NOMOR 1
Malam itu tepatnya
pukul 10:00 aku baru pulang kerumah, dengan perlahan-lahan aku memasuki pintu
rumah. Di dalam rumah sudah gelap mungkin penghuni rumah sudah tertidur pulas.
Leganya hatiku, berfikir aku akan lolos dari gerawan sang harimau. Maksudnya
mamah ku.
Kreeeeeekk pintu
kamar adiku terbuka. Dia berbicara kepada ku. Entah apa yang dia katakan,
karena dia bisu. Tetapi suara dia membangunkan mamah yang sedang tertidur
pulass.
“rahel, dari mana
saja kamu? Jam segini baru pulang! Kamu itu anak gadis, tidak pantas jam segini
baru pulang kerumah. Apa kata tetangga nanti.” Ujar mamah yang sangat marah
kepada ku.
“mahh, aku baru
pulang kerja kelompok mahhh.” Jawabku.
Bodohnya aku, aku lupa memasukan kantong kresek yang berisi baju-baju
belanjaan ku.
“ohhh, ini pulang
kerja kelompok. Apa ini? Kamu habis belanja lagi! Mamah kan sudah bilang kalau
kamu harus menghemat. Kamu ini tidak mau mengerti keaadaan keuangan kita. Mamah
mau mengumpulkan uang buat operasi pita suara adik kamu ke singapur. Tolong
kamu ngertiin.”
Aku langsung
meninggalkan mamah dan si bisu khanza adiku sendiri. Aku marah, kesal, bahkan
aku benci dengan dia. Dia yang selalu nomor satu dirumah ini. Mungkin dia sudah
segalanya disini. Sejak kepergian papah, tidak ada lagi yang memperhatikan ku.
Sejak dulu mamah hanya peduli dengan si bisu. Aku sama sekali tidak di
perhatikan. Tidak adilll.
Keesokan harinya,
sepulang sekolah aku tidak berani lagi untuk pulang malam, aku memilih untuk
langsung pulang kerumah. Bell pulang berbunyi. Dera mengajaku untuk ke mall
berbelanja, katanya ada discond besar-besaran. Tapi aku tidak ingin
mengecewakan mamah lagi. Aku harus pulang kerumah. Didepan gerbang saat aku dan
dera berdiri menunggu ojek, khanza menjemput ku dengan supir rumah ku.
“hell, itu adik lu
yang bisu kan?? Gilla, masih punya muka dia kesini hahahah, kalo gua jadi lu
sih, malu hel maluu.”
Entah kenapa saat
dera mengatakan seperti itu, aku sangat marah dan kesal. Kata-kata yang
kuucapkan membela adiku khanza.
“heh, ucapan lu itu
bisa di jaga gak sih? Sekali lagi lu jelek-jelekin keluarga gua. Habis lu sama
gua” jawabku dengan sangat marah dan kesal.
Khanza langsung
menarikku kedalam mobil. Dia menangis dan memeluk ku. Aku pun langsung
melepaskan pelukannya. Dan kata-kata kasar dari mulutku yang kulontarkan
terhadap khanza.
“udah kaka bilang
berapa kali. Jangan pernah kamu sekali-sekali datang ke sekolah kaka. Kaka malu
punya adik kayak kamu. Harusnya kamu itu tidak ada didunia ini. Liat diri kamu,
kamu bisuu, aku malu dekat kamu. Bahkan aku malu punya adik seperti kamu” ucap
ku dengan sangat marah.
“sudah non Rachel,
jangan marahin khanza, kasihan dia. Niat dia baik untuk menjemput non Rachel
supaya non tidak naik ojek.” Jawab pak
supir.
“berhentiiiii, aku
mau turun disini”
Aku berlari entah aku
mau kemana aku hanya ingin mencari tempat yang membuatku tenang. Pukul 08:00
malam aku baru pulang kerumah. Mamah langsung menampar ku.
“mamah capekk, punya
anak seperti kamu. Kamu susah di atur! Kamu gak pernah nurut sama mamah!” ujar
mamah sambil menamparku
“tampar mah, ayo
lagi. Kalo perlu mamah bunuh aku! Mamah pilih kasih, semenjak kepergian papah,
gapernah ada yang sayang lagi sama aku. Mamah Cuma sibuk ngurusin orang bisu
ini!” jawabku sambil menjenggut rambut khanza.
“jangan pernah kamu menyakiti khanza, dia adik kandung mu. Mamah
sayang sama kalian berdua. Kamu pikir jika kamu ada di posisi khanza, dia bisu
dia butuh perhatian khusus”
Aku menghirau kan
kata-kata mamah. Aku langsung pergi keluar rumah dan berlari. Mobil truk yang
menuju ke arah ku. Cahaya lampunya yang sangat terang. Aku merasa tidak
sadarkan diri. Badanku lemas, aku merasa tubuhku di peluk oleh sesorang.
Aku terbangun, dan
aku sudah terbaring dirumah sakit. Aku bingung apa yang terjadi kepadaku.
Melihat mamah yang sedang menangis dihadapan ku. Mamah memelukku.
“rachell, jangan
tinggalin mamah nakk. Mamah sayang sama kamu.”
“mah aku kenapa ada
disini?” tanyaku
“kamu tertabrak mobil
truk nak, khanza meninggal dunia. Karena menolongmu”
Entah bagaimana
perasaan ku saat ini. Senang, sedih aku sangat bingung. Inikah yang aku ingin
kan sejak dulu dia tidak ada di dunia ini lagi. Tapi aku tidak mungkin membenci
orang yang sudah menyelamatkan ku. Rasanya aku adalah orang yang sangat jahat
sekali.
Keesokannya pemakaman
adikku, air mata mamah yang mengalir deras dipipinya. Begitu pun aku. Aku
sangat merasa bersalah sekali terhadap khanza, belum sempat aku meminta maaf
dan membahagiakannya. Pemakaman selesai mamah memberikan surat untukku. Katanya
ini dari khanza untuk ku dan mamah. Mamah meminta aku untuk membacakjan surat
ini.
“dear mamah dan kak rachel. Kalian adalah orang yang aku sayangi.
Mamah, terimakasih telah menjagaku, merawatku. Aku sayang mamah. Aku ingin
sekali mengucapkan kata I love you tapi aku tak sanggup mah. Mamah surat ini
sudah kutulis sejak lama untuk mamah dan ka Rachel.
Untuk kak Rachel. Maafin aku jika
aku selama ini membuat kaka marah, kesal terhadapkku. Kaka, khanza sayang
kaka.aku selalu ingin membela kaka dikala mamah memarahi kaka, namun mulut ku
tak mampu kak. Aku tak mampu mengucapkan. Kak Rachel, hanya disurat ini aku
bisa tuliskan kata maaf untuk kaka. Ka jangan pernah membencikku lagi ya., ka
jaga mamah, jangan biarkan mamah marah lagi. Mamah sayang sama kaka. Mamah selalu
cerita sama aku, bagaimana caranya kaka bisa berubah. Kaka Aku sayang kaka.
Adikmu khanza”
Air mataku tak
terbendung saat, membaca surat dari khanza. Adikku yang bisu lah, yang selama
ini aku benci, bahkan aku tidak suka dengan kehadirannya. Tetapi dia sangat
menyayangi ku. Hanya rasa sesal yang sekarang ada di benakku. Bila wktu dapat
diputar aku ingin kembali kemasa lalu. Mengubah semuanya. Membahagiakan khanza
dan mamah.
CIPTA: IIM MAELANI
TAMAT
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments: